Bus dengan rute terpanjang di dunia

Di periode 1968 hingga 1976, beroperasi bus dengan rute terpanjang di dunia yang menjelajah dari London hingga Kolkata, termasuk Sydney. Dijuluki Albert, bus Double Decker ini menghabiskan hari-harinya di jalan melintasi 11 negara, dengan total jarak tempuh lebih dari 32.000 kilometer.

Pejalan yang ingin melakukan perjalanan panjang melintasi benua bersama Albert, mesti merogoh kocek 145 poundsterling untuk rute London-Kolkata. Sebagai gantinya, penumpang bus Albert dapat menikmati kemewahan bus tingkat yang menawarkan fasilitas menyenangkan pada masanya.

Dek bawah bus Albert terdiri ruang membaca dan makan, sedangkan di dek atas terdapat area observasi. Bus Albert juga dilengkapi dapur dengan perangkat memasak, termasuk radio dan alat pemutar musik jika penumpang ingin menggelar pesta di tengah perjalanan.

Tak hanya melintasi negara-negara, Bus Albert juga melewati destinasi tersohor dunia, seperti Golden Horn di Istanbul, Peacock Throne di Delhi, Taj Mahal di Agra, Draconian Pass, Rhine Valley, Blue Danube, termasuk waktu untuk belanja di Kabul, Teheran, Wina, Salzburg, dan kota-kota lainnya. Bus Albert sudah melakoni 15 perjalanan antara Kolkata dan Inggris, di mana empat perjalanannya mencapai Australia pada 1976. Bus Albert sudah melintasi lebih dari 150 perbatasan negara tanpa banyak kendala dan mendapat label sebagai duta besar yang bersahabat.

Caption by Panorama Magz

[OFFICIAL TEASER POSTER]Air Mata di Ujung Sajadah (2023)A film by Key Mangunsong

Beehave Entertainment dan MBK Films mempersembahkan film drama berjudul ‘Air Mata di Ujung Sajadah’. Film ini disutradarai oleh Key Mangunsong, penulis film ‘Rectoverso’ dan ‘Kamulah Satu-Satunya’ serta Nafa Urbach di film ini debut menjadi produser.

Menceritakan tentang Aqila yang melahirkan bayi dari pernikahan yang tak direstui oleh ibunya, Halimah. Setelah suami Aqila meninggal, Halimah membohongi Aqila bahwa bayi nya meninggal dalam kecelakaan tersebut lalu memberikan cucu nya kepada pasangan Arif dan Yumna yang belum memiliki anak.

Tujuh tahun kemudian, Aqila mengetahui bahwa bayi yang ia lahirkan tersebut ternyata masih hidup dan ia berusaha keras agar anaknya bisa kembali kepads nya lagi.

Diperankan oleh Titi Kamal, Fedi Nuril, Citra Kirana, Jenny Rachman, Faqih Alaydrus, Krisjiana Baharudin, Tutie Kirana dan Nafa Urbach.

Akan segera tayang di bioskop Indonesia!

Sumber : http://moviezy.com

Tiko Anak yang Urus Ibunda di Rumah Terbengkalai Resmi Nikahi Kekasih

Palembang, Armin News – Sosok Tiko pernah menjadi viral di media sosial karena menjadi ‘pahlawan’ bagi ibundanya, Eny.
Tiko rela mengurus ibundanya seorang diri di rumah mewah yang terbengkalai tanpa listrik.

Kisah Tiko membuat publik terenyuh dan belakangan diketahui bahwa sang pemuda rela tinggal di rumah terbengkalai hanya demi mengurus sang ibunda.

Hal itu diketahui dari unggahan YouTube Sang Explorer.

Dalam unggahan YouTube tersebut tampak Tiko dan kekasihnya yang bernama Nadya menggelar akad nikah secara sederhana.

Tiko dan Nadya mengenakan baju pengantin warna putih dengan disaksikan penghulu dan beberapa saksi.

Tampak sejumlah keluarga dari Tiko juga Nadya hadir dalam pernikahan sederhana tersebut.

Tiko memberikan mahar uang Rp1 juta yang dikemas dalam buket uang yang besar.

Selain uang tunai, Tiko juga memberi mahar emas untuk sang istri.

Sayangnya, pernikahan tersebut tak dihadiri oleh Eny, ibunda Tiko.

Menurut kabar, ibu Eny tengah menjalani perawatan.

Sementara itu, Tiko dan Nadya kabarnya bakal menggelar acara resepsi nikah pada 28 Mei mendatang.

Sumber: https://www.insertlive.com/hot-gossip/20230520135454-7-310416/tiko-anak-yang-urus-ibunda-di-rumah-terbengkalai-resmi-nikahi-kekasih

Yos Sudarso Sebelum Pertempuran di Laut Aru

Moersjid dan Yos Sudarso sepakat untuk mendarat bersama di Tanah Papua. Hadangan Belanda di Laut Arafuru memisahkan mereka.

Oleh Martin Sitompul

Kolonel Moersjid bergegas menuju Indonesia kawasan timur. Dia yang menjabat Asisten II/Operasi KSAD ditugaskan untuk mempersiapkan infiltrasi sekompi pasukan ke Kaimana, Papua. Tingkat kerahasiaan operasi bersandi “Silent Raid” ini sangat tinggi. Tiada seorang pun anggota keluarga yang tahu kemana Moersjid akan pergi, termasuk sang istri Siti Rachmah yang sedang mengandung.

“Yang sangat khawatir justru Ibu saya, karena dia enggak tahu ayah pergi ke mana, hanya mendengar berita setelah kejadian,” ujar Sidharta Moersjid, putra ke-4 Moersjid kepada Historia.

Sebelum berangkat Moersjid menghadap kepada atasannya Mayjen Ahmad Yani. Selain menjabat Deputi I/Operasi KSAD, Yani juga berkedudukan sebagai Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi Pembebasan Irian Barat(KOTI Pemirbar). Moersjid melaporkan bahwa Deputi I/Operasi KSAL Komodor Josaphat Soedarso (selanjutnya disebut Yos Sudarso) akan menyertai rombongan sukarelawan Angkatan Darat.

Kesempatan itu juga dipakai Moersjid untuk permisi kepada Yani. Dia bermaksud memperkuat moril anak buahnya yang akan didaratkan ke pantai selatan Papua itu. Selaku Asisten II/Operasi, Moersjid ingin ikut mengantarkan mereka sampai garis depan. Sebagaimana tersua dalam Tri Komando Rakyat Pembebasan Irian Barat yang disusun tim Pusat Sejarah ABRI, antara Moersjid dan Yani kemudian terjadi pembicaraan.

“Pak Yani mau ikut?” ajak Moersjid.

“Untuk apa?” Yani malah balik bertanya.

“Moril dong,” kata Moersjid, “Hidup mereka tinggal sebulan!”

“Aku sibuk …Banyak pekerjaan. Kau saja!” ujar Yani.

Maka pada 12 Januari 1962 berangkatlah Moersjid ke Pangkalan Udara Leftuan di Kepulai Kei, Ambon. Turut bersama Moersjid Mayor Roedjito, komandan operasi pendaratan. Mereka bersama sekompi pasukan menumpang pesawat C-130 Hercules. Sementara empat kapal jenis Motor Torpedo Boat (MTB) yang akan digunakan untuk pendaratan telah diberangkatkan beberapa hari lebih dahulu.

Keesokan sore harinya, pasukan diangkut dengan kapal induk KRI Multatuli menuju Pulau Ujir di sebelah barat Kepulauan Aru. Mereka tiba di Pulau Ujir pada pagi hari 14 Januari. Semua pasukan kemudian disebar masing-masing satu peleton ke dalam tiga kapal MTB: KRI Harimau, KRI Matjan Kumbang, dan KRI Matjan Tutul. Adapun satu kapal lagi, yakni KRI Singa harus tertinggal di pangkalan karena kehabisan bahan bakar.

Moersjid dan Yos Sudarso tetap berdiam di KRI Multatuli mematangkan persiapan pendaratan. Diatas kapal, Moersjid dan Yos terlibat perbincangan serius. Kedua perwira ini sebenarnya tidak direncanakan ikut menyusup dalam pendaratan. Namun rupanya mereka bersepakat untuk sama-sama ikut mendarat bersama pasukan untuk melecut semangat para prajurit.

Menurut Moersjid sebagaimana ditulis Julius Pour dalam Konspirasi Dibalik Tenggelamnya Matjan Tutul, setelah makan malam dia berbicara dari hati ke hati dengan Yos Sudarso. Mereka berembug di kamar sampai tengah malam merencanakan teknis infiltrasi. Hal lain yang juga dibicarakan adalah keinginan mendesak Kolonel Soedomo – perwira pelaksana operasi dari AL – agar mengizinkan Moersjid dan Yos Sudarso mendarat. Pukul 02.00 dinihari, pembicaraan antara Moersjid dan Yos Sudarso pungkas.

Sebelum beristirahat, Moersjid mendapati Sersan Mayor Muhammad Iding duduk sendirian mendengarkan radio transistor. Iding berasal dari kesatuan RPKAD dan menjadi komandan peleton di KRI Matjan Tutul. Iding tampak gelisah. Moersjid pun menghampirinya.

“He…Kau kenapa belum tidur?” tegur Moersjid
“Bagaimana besok, Kolonel?” Si Sersan bertanya kebingungan.

“Mana Bapak tahu!” kata Moersjid.

“Saya….” kata Iding tergagap-gagap karna gugup.

“Sudah, jangan bingung! Soal adanya korban sudah ada yang mengurus. Siapa namanya, Bapak tidak tahu. Tetapi itu ada!” demikian Moersjid meyakinkan anak buahnya itu sebagaimana dituturkannya kembali kepada tim Pusat Sejarah ABRI pada 25 Januari 1990.

Pada 15 Januari 1962 pukul 09.00 pagi, Soedomo memberikan pengarahan terakhir. Soedomo didampingi komandan masing-masing kapal MTB. Mereka antara lain Mayor (Laut) Samuel Moeda (KRI Harimau), Kapten (Laut) Wiratno (KRI Matjan Tutul), dan Letnan (Laut) Sugardjito (KRI Matjan Kumbang). Sebelum menentukan kapal yang dipilihnya, Yos Sudarso menanyakan sesuatu kepada perwira AL peserta pengarahan. Cara Yos Sudarso memilih kapalnya dituturkan Samuel Moeda (Laksama Purn.) kepada Tim Pusat Sejarah ABRI pada 15 November 1990.

“Kapal mana yang komandannya termuda?” ujar Yos Sudarso.

“Kapten Wiratno, Komodor,” jawab Wiratno, Komandan Matjan Tutul.

“Bapak ikut kapalmu, Kapten,” kata Yos Soedarso sambil memalingkan pandangannya kepada Wiratno.

Sebelumnya untuk alasan keamanan, Soedomo telah menawarkan agar Yos Sudarso menaiki KRI Harimau. Namun, Yos Sudarso sudah kadung menetapkan pilihannya. Moersjid yang tadinya ditempatkan di KRI Matjan Tutul lantas mengajukan protes. Menurutnya kurang lazim menempatkan dua pimpinan angkatan selama operasi di wilayah perbatasan dalam satu kapal. Soedomo akhirnya memindahkan Moersjid ke KRI Harimau bersamanya.

Pukul 16.00, ketiga kapal MTB dalam keadaan siap tempur. Tepat pukul 17.00. kapal-kapal tersebut mulai bergerak dari Pulau Ujir menuju Kaimana. Dalam formasi berbanjar, KRI Harimau berada di depan sebagai kapal komando, KRI Matjan Tutul di tengah, sedangkan KRI Matjan Kumbang di belakang untuk menjaga radar.

Di tengah lautan Arafuru, iring-iringan kapal MTB dipergoki pesawat Neptune Belanda yang sudah mengintai sejak bertolak dari Pulau Ujir. Pesawat itu kemudian melaporkan kepada kapal fregat AL Belanda Eversteen dan Kortaener. Atas instruksi Yos Sudarso, KRI Matjan Tutul terus melaju dan memberikan perlawanan. Dengan demikian, KRI Harimau dan KRI Matjan Kumbang punya kesempatan putar haluan untuk mundur. Tidak ayal lagi pertempuran tidak seimbang pun berkobar. KRI Matjan Tutul digempur dua pesawat tempur dan dua kapal perusak Belanda.

Komodor Laut Yos Sudarso gugur bersama Kapten Wiratno berkalang samudra di dasar lautan Arafuru. Sementara Moersjid berhasil menyelamatkan diri bersama rombongan di dua kapal MTB yang tersisa. Kabar pertempuran di Laut Arafuru mengejutkan publik di Indonesia. Meski Moersjid luput dari maut, sang istri yang menanti di Jakarta cemas luar biasa. Keadaan batin istri Moerjid berpengaruh terhadap kondisi si jabang bayi.

“Dan akhirnya adik yang sedang dikandung meninggal dan diberikan nama Irianto,” kenang Sidharta.

Keterangan foto : Ilustrasi: Kolonel Moersjid, Komodor Josaphat Soedarso, dan KRI Matjan Tutul yang tenggelam dalam Pertempuran Laut Arafuru. Ilustrator: Betaria Sarulina.

Sumber : https://historia.id/militer/articles/yos-sudarso-sebelum-pertempuran-di-laut-aru-DWqkl/page/1

Kisah Pieter Erberveld, Hero Batavia yang Dikenang Jadi Kampung Pecah Kulit

Kampung Pecah Kulit yang terletak di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat memiliki catatan hitam tentang model penghukuman terhadap “pemberontak” yang menentang penguasa kolonial Belanda.

Korbannya bukan seorang pribumi, namun pengusaha keturunan Jerman-Siam bernama Pieter Erberveld. Dirinya dituding akan melakukan makar terhadap pemerintah Hindia-Belanda.

Ayah Pieter adalah seorang pengusaha kulit dari kota Elberfeld, Jerman. Sedangkan ibunya konon dari Siam (Thailand). Walau sejarawan Betawi, Alwi Shihab berpendapat bahwa ibu Pieter adalah seorang Jawa.

Pieter merupakan pengusaha kaya yang tinggal di daerah kawasan elit bernama “Jacatraweg”. Banyak orang-orang Belanda, termasuk pejabat Hindia Belanda yang tinggal di kawasan tersebut.

Pieter mewarisi kekayaan dari ayahnya yang pada tahun 1670-an merantau ke Amsterdam. Di sana, Pieter Erberveld senior bergabung dengan VOC dan menjadi prajurit kavaleri. Konon dirinya merupakan orang kepercayaan Cornelis Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tahun 1681-1684.

“Dekat dengan kekuasaan, Pieter Erberveld senior cepat kaya raya,” tulis Anna Yulia dalam artikel berjudul Pieter Erberveld dan Kisah Hukuman Sadis Zaman Hindia Belanda yang dimuat di Berdikari Online, Senin (9/5/2022).

Namun pada tahun 1708, pemerintah VOC menyita ratusan hektare tanah milik keluarga Pieter. Pihak VOC beralasan, tanah Pieter tersebut tidak memiliki akta yang disahkan oleh pejabat VOC.

Selain itu kedekatan antara Pieter Erberveld senior dengan Speelman pun dicurigai pihak VOC. Speelman menjadi pemimpin komplotan rahasia bernama *Monsterverbond* yang disebut banyak mengeruk kekayaan VOC.

Konon ketika penyitaan berlangsung banyak kaum pribumi yang memihak kepada Pieter. Tetapi bukan melemah, pemerintah VOC malah lebih garang. Gubernur Joan van Hoorn menambah hukuman Pieter: 3.300 ikat padi.

“Sejak kejadian itu, Pieter Erberveld menyimpan rasa dendam kepada VOC,” tandasnya.

Bersamaan dengan itu, Pieter malah semakin mendekat dengan kaum pribumi. Dirinya konon menjadi seorang Muslim yang taat. Bahkan masyarakat Betawi memiliki panggilan hormat kepadanya, yaitu Tuan Gusti.

Hukuman yang sadis

Pieter bersahabat dengan Raden Ateng Kartadria, seorang keturunan ningrat dari Banten. Mereka lalu berkonspirasi dengan beberapa kawan yang sejalan untuk melakukan pemberontakan pada malam pergantian tahun baru 31 Desember 1722.

Alwi Shahab dalam artikel berjudul Eksekusi Mati Pieter Erberveld-Kartadria di Kampung Pecah Kulit menyebut saat itu Kartadria mendatangi rumah Pieter di kawasan Jacatraweg. Pieter yang telah berusia 50 tahun menyambut kedatangan kawannya itu.

Kartadria yang datang bersama belasan pengikutnya melaporkan bahwa dia sudah menyiapkan kekuatan 17 ribu orang. Mereka dilengkapi senjata, dan di hari penyerangan pasukan ini akan datang ke Batavia.

Alwi menyebut rencana ini dilakukan karena saat tahun baru biasanya orang Belanda akan berpesta malam suntuk. Saat itu, kata Kartadia yang ditulis Alwi, orang-orang Belanda ini tidak akan mampu mencegah pasukan ini untuk merebut pintu kota.

“Ya Raden, apakah kau sudah kasih perintah dengan tegas supaya tidak satu pun orang kulit putih boleh dikasih ampun. Lelaki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak mesti dibunuh semua,” jawab Pieter.

Tetapi pembicaraan ini ternyata bocor kepada pihak pemerintah VOC ketika itu. Suatu malam, ketika Pieter dan kawan-kawan yang sedang mengadakan pertemuan rahasia digerebek oleh tentara Belanda.

Banyak versi dari sosok yang melaporkan rencana makar ini, ada yang menyebut seorang budak. Selain itu ada yang percaya bahwa Sultan Banten ketika itu yang melaporkan. Alwi bahkan menyebut putri Pieter yang melaporkan.

“Tetapi pembicaraan itu didengar oleh putri Pieter yang kala itu tengah mabuk kepayang karena kasmaran dengan seorang perwira kompeni. Rupanya orang yang tengah dilanda cinta, rela memberitahukan rencana ayahnya itu kepada kekasihnya,” tulis Alwi.

Terlepas dari itu, VOC kemudian menangkap Pieter, Raden Kartadria, dan 23 orang pengikutnya. Setelah proses di Collage van Heemraden Schepenen, Pieter dan 24 orang pribumi ini dijatuhkan hukuman mati.

Proses eksekusi ini dilakukan di sebuah lapangan dekat rumah Pieter. Eksekusinya sangat kejam dan biadab, tangan dan kakinya diikat dengan tali masing-masing dihubungkan dengan empat ekor kuda yang menghadap empat penjuru.

Lalu dengan sekali hentakan, keempat kuda itu berlarian terpencar. Tubuh Pieter terbelah atau terpecah menjadi empat bagian. Kepala Pieter kemudian dipenggal dengan pedang, dan ditancapkan di atas sebuah tonggak.

Monumen peringatan itu diberi papan peringatan yang dibuat dari batu berwarna biru berukuran 1 x 2 meter. Ini menjadi tugu peringatan terhadap siapapun yang berani memberontak terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Pada batu itu juga tertulis sembilan baris tulisan berbahasa Belanda. Lalu di bawah tulisan berbahasa Belanda ini, terdapat pula terjemahannya dalam bahasa Jawa. Peringatan itu berbunyi:

Sebagai kenang-kenang yang menjijikan atas dihukumnya sang pengkhianat: Pieter Erverbeld. Karena itu dipermaklumkan kepada siapapun, mulai sekarang tidak diperkenankan untuk membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini dan sekitarnya: Batavia, 14 April 1722.

Pahlawan orang Betawi

Monumen Pieter Erberveld sempat berdiri di lokasi eksekusi matinya, yakni di sekitar lokasi yang saat ini dinamakan Kampung Pecah Kulit, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Monumen ini dibangun sebagai peringatan agar tidak lagi ada orang yang memberontak.

Namun, monumen ini dihancurkan oleh orang Jepang ketika menjajah Indonesia pada pertengahan 1942. Tetapi surat kabar Pandji Poestaka sempat menyiarkan catatan soal Pieter dengan nada hormat.

Saat itu, Jepang memang membenci Belanda, sehingga sosok Pieter bisa “terangkat” meskipun monumennya tetap dihancurkan. Pada tulisan itu, pemerintah Jepang memberikan penghargaan atas sikap Pieter itu.

“…Kepala Pieter Erberveld oleh pemerintah Belanda disoela dan ditantjapkan ditembok disoeatoe tempat di Djakarta, oentoek didjadikan lambang nasib mereka jang berani memberontak melawan kekoeasaan Belanda. Sekarang pada zaman peroebahan ini, djasa Pieter Erberveld mendapat penghargaan jang semestinja.”

Kemudian kini, batu asli dari monumen Pieter Erberveld ditempatkan di Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Kota Tua. Replika monumen dalam bentuk yang persis sama dibangun lagi di Museum Prasasti, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Wujud replika monumen ini sama dengan wujud asli yang pernah dipotret pada zaman penjajahan Jepang, sebelum monumen itu dihancurkan. Foto itu pernah ditampilkan dalam Pandji Poestaka tahun XXI, 9/10 Maret 2603 (tahun Showa Jepang atau 1943 Masehi).

Sedangkan terdapat juga tengkorak tiruan, sebagai pengganti tengkorak asli Pieter yang dahulu dipancangkan usai dihukum mati pada tahun 1722. Tengkorak itu terpajang di besi tajam, semacam mata tombak.

Sementara itu masyarakat Betawi pun masih mengenang sosok tersebut bahkan menamakan tempat eksekusi Pieter sebagai nama kampung, yakni Pecah Kulit. Menggambarkan kondisi pecahnya kulit sang pahlawan karena ditarik kuda.

“Dinamakanlah tempat ini sebagai pecah kulit. Pecah kulit dahulu dikenal sebagai tempat yang lumayan angker, di sini adalah tempat orang-orang Chinese yang nggak takut terhadap pemerintah kolonial. Banyak orang sakti mandraguna dan jawara China di sini, ujar Supandi warga Kampung Pecah Kulit yang disadur dari Detik.

Belakangan tugu peringatan ini diciptakan kembali untuk kepentingan wisatawan. Tetapi sayangnya tempat bersejarah ini kemudian berubah fungsi. Sejak 1985, dia menjadi showroom salah satu delier kendaraan bermotor.

“Sekaligus membuktikan kepentingan sejarah selalu dikalahkan kepentingan ekonomi, demi membela segelintir orang berduit,” ketus Alwi.

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/05/11/kisah-pieter-erberveld-hero-batavia-yang-dikenang-jadi-kampung-pecah-kulit

Ketika Kapal Selam Indonesia Melakukan Operasi Senyap untuk Merebut Papua, Berhasil Lolos Setelah Dijuhani Bom oleh Belanda

Selain melalui jalur diplomasi, Indonesia juga menggelar operasi militer besar-besaran untuk merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda.

Operasi itu bersandi Operasi Jayawijaya.

Ketika Operasi Jayawijaya dicanangkan sebagai cara paling cepat untuk merebut Irian Barat melalui operasi militer dalam praktiknya sebenarnya tidak mudah.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh militer Indonesia adalah keunggulan kekuatan tempur di lautan.

Bagi TNI AL yang saat itu memiliki berbagai jenis kapal perang, khususnya kapal selam sebanyak 12 unit mencapai keunggulan kekuatan tempur di lautan sebenarnya tidak sulit.

Apalagi kekuatan kapal-kapal perang TNI AL pada tahun itu (1960-1963) merupakan yang terbesar di seluruh Asia Tenggara.

Operasi untuk memperoleh keunggulan di laut dalam rangka Operasi Jayawijaya yang kemudian digelar oleh TNI AL tanggal 20-29 Juli 1962 itu bersandi Operasi Cakra.

Sejumlah kapal selam dikerahkan dalam Operasi Cakra.

Tugasnya untuk melancarkan misi pengintaian (recon) di kota-kota pelabuhan Irian Barat.

Kapal selam itu antara lain, RI Nagabanda (503) dikomandani oleh Mayor Pelaut Wignyo Prayitno bertugas memantau kawasan antara Kotabaru-Biak.

RI Trisula (504) dikomandani Mayor Pelaut Teddy Asikin Nataatmaja bertugas memantau kawasan Biak-Yapen.

Kapal selam RI Candrasa dikomandani Mayor Pelaut Agus Subroto bertugas memantau kawasan Sorong dan sekitarnya.

Karena kapal- kapal selam itu bertugas mengintai posisi musuh secara rahasia misinya beresiko tinggi.

Sebab kemungkinan untuk bertemu atau ditemukan oleh kapal-kapal perang atau patroli pesawat tempur Belanda cukup besar.

Dalam kondisi seperti itu, pertempuran laut yang diakibatkan oleh bertemunya dua kekuatan juga bisa terjadi.

Namun karena misi utama kapal-kapal selam RI adalah memperoleh data sebanyak mungkin tentang kondisi dan kekuatan kapal perang Belanda di masing-masing pelabuhan dan bukan misi tempur, konflik senjata harus dihindari.

Data kondisi pertahanan di pantai bisa menjadi masukan berharga bagi pasukan yang akan didaratkan melalui operasi amfibi.

Misi pengintaian umumnya berjalan lancar tapi upaya AL Belanda untuk menyergap kapal-kapal selam tetap saja terjadi.

Khususnya ketika kapal-kapal selam RI sedang mengisi baterai dan berlayar di permukaan laut pada dini hari.

Pada saat berada di permukaan laut kapal selam rawan kepergok pesawat Neptune Belanda yang dipersenjatai roket FFAR 70 mm antikapal perang, bom seberat 3.629 kg, bom laut dalam, dan kadang membawa torpedo.

Pada PD II kapal-kapal selam U-Boat Nazi Jerman yang sedang mengisi baterai di siang hari sering mengalami nasib nahas.

Pasalnya pesawat-pesawat tempur Sekutu yang sudah dilengkapi radar pencari sasaran berhasil menemukan U-Boat tiba-tiba datang menyerang.

Dalam hitungan detik, kapal U-Boat yang belum sempat menyelam umumnya berhasil dihancurkan pesawat-pesawat tempur Sekutu.

Berbeda dibandingkan pesawat-pesawat tempur Sekutu pemburu kapal selam, ketika sedang berpatroli pesawat-pesawat itu berada pada posisi yang jauh dari kapal-kapal perang Sekutu.

Dengan dermikian pesawat-pesawat itu tidak bisa memberikan informasi secepatnya kepada kapal-kapal perang Sekutu untuk segera menghancurkan U-Boat.

Tapi sistem pertahanan laut Belanda di Irian Barat saat itu sudah maju dibandingkan sistem pertahanan laut Sekutu pada PD II.

Pertahanan laut Belanda sudah terjalin kerjasama yang rapi antara Neptune dan kapal-kapal perang pemburu kapal selam.

Pertahanan yang saling bersinergi itu pun telah disusun oleh AL Belanda di Irian Barat ketika kapal-kapal selam RI mulai melancarkan operasi penyusupan.

Dengan pola pertahanan yang siap menyergap kapal-kapal selam TNI AL itu maka pergerakkan kapal-kapal selam seperti sedang masuk ke perangkap Belanda.

Khususnya ketika kapal-kapal selam TNI AL sedang muncul ke permukaan untuk men gisi baterai.

Di atas permukaan laut kapal-kapal selam bergerak dengan daya mesin diesel sehingga baterai secara otomatis terisi.

Tenaga dari baterai itu kemudian digunakan oleh kapal selam ketika berada di kedalaman laut.

Salah satu kapal selam TNI AL yang kemudian berhasil dipergoki oleh patroli udara pesawat Neptune dan kapal-kapal perang Belanda adalah RI Nagabanda.

Kapal selam RI Nagabanda yang kemudian dihujani bom-bom penghancur kapal selam oleh kapal-kapal perang Belanda harus berjuang keras selama 36 jam untuk meloloskan diri.

RI Trisula (504) dikomandani Mayor Pelaut Teddy Asikin Nataatmaja bertugas memantau kawasan Biak-Yapen.

Kapal selam RI Candrasa dikomandani Mayor Pelaut Agus Subroto bertugas memantau kawasan Sorong dan sekitarnya.

Karena kapal- kapal selam itu bertugas mengintai posisi musuh secara rahasia misinya beresiko tinggi.

Sebab kemungkinan untuk bertemu atau ditemukan oleh kapal-kapal perang atau patroli pesawat tempur Belanda cukup besar.

Dalam kondisi seperti itu, pertempuran laut yang diakibatkan oleh bertemunya dua kekuatan juga bisa terjadi.

Namun karena misi utama kapal-kapal selam RI adalah memperoleh data sebanyak mungkin tentang kondisi dan kekuatan kapal perang Belanda di masing-masing pelabuhan dan bukan misi tempur, konflik senjata harus dihindari.

Data kondisi pertahanan di pantai bisa menjadi masukan berharga bagi pasukan yang akan didaratkan melalui operasi amfibi.

Misi pengintaian umumnya berjalan lancar tapi upaya AL Belanda untuk menyergap kapal-kapal selam tetap saja terjadi.

Khususnya ketika kapal-kapal selam RI sedang mengisi baterai dan berlayar di permukaan laut pada dini hari.

Pada saat berada di permukaan laut kapal selam rawan kepergok pesawat Neptune Belanda yang dipersenjatai roket FFAR 70 mm antikapal perang, bom seberat 3.629 kg, bom laut dalam, dan kadang membawa torpedo.

Pada PD II kapal-kapal selam U-Boat Nazi Jerman yang sedang mengisi baterai di siang hari sering mengalami nasib nahas.

Pasalnya pesawat-pesawat tempur Sekutu yang sudah dilengkapi radar pencari sasaran berhasil menemukan U-Boat tiba-tiba datang menyerang.

Dalam hitungan detik, kapal U-Boat yang belum sempat menyelam umumnya berhasil dihancurkan pesawat-pesawat tempur Sekutu.

Berbeda dibandingkan pesawat-pesawat tempur Sekutu pemburu kapal selam, ketika sedang berpatroli pesawat-pesawat itu berada pada posisi yang jauh dari kapal-kapal perang Sekutu.

Dengan dermikian pesawat-pesawat itu tidak bisa memberikan informasi secepatnya kepada kapal-kapal perang Sekutu untuk segera menghancurkan U-Boat.

Tapi sistem pertahanan laut Belanda di Irian Barat saat itu sudah maju dibandingkan sistem pertahanan laut Sekutu pada PD II.

Pertahanan laut Belanda sudah terjalin kerjasama yang rapi antara Neptune dan kapal-kapal perang pemburu kapal selam.

Pertahanan yang saling bersinergi itu pun telah disusun oleh AL Belanda di Irian Barat ketika kapal-kapal selam RI mulai melancarkan operasi penyusupan.

Dengan pola pertahanan yang siap menyergap kapal-kapal selam TNI AL itu maka pergerakkan kapal-kapal selam seperti sedang masuk ke perangkap Belanda.

Khususnya ketika kapal-kapal selam TNI AL sedang muncul ke permukaan untuk men gisi baterai.

Di atas permukaan laut kapal-kapal selam bergerak dengan daya mesin diesel sehingga baterai secara otomatis terisi.

Tenaga dari baterai itu kemudian digunakan oleh kapal selam ketika berada di kedalaman laut.

Salah satu kapal selam TNI AL yang kemudian berhasil dipergoki oleh patroli udara pesawat Neptune dan kapal-kapal perang Belanda adalah RI Nagabanda.

Kapal selam RI Nagabanda yang kemudian dihujani bom-bom penghancur kapal selam oleh kapal-kapal perang Belanda harus berjuang keras selama 36 jam untuk meloloskan diri.

Keterangan foto : Kapal selam milik Indonesia yang pernah digunakan dalam Operasi Cakra untuk merebut Papua.

Sumber : https://suar.grid.id/read/201661043/ketika-kapal-selam-indonesia-melakukan-operasi-senyap-untuk-merebut-papua-berhasil-lolos-setelah-dijuhani-bom-oleh-belanda?page=3

Bangun Muba, PJ Bupati Apriyadi Utamakan Bangun Infrastruktur Jalan

Armin News – Melansir dari Berita Muba. BATANG HARI LEKO, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Pj. Bupati Drs. H. Apriyadi, M.Si memposisikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pembangunan.

Hal ini disampaikan Pj. Bupati Muba Drs. H. Apriyadi, M.Si saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Bukit Sejahtera Kecamatan Batang Hari Leko, Senin (8/5/2023).

Menurutnya, infrastruktur jalan memang perlu diprioritaskan karena dengan infrastruktur jalan yang bagus dapat memberikan manfaat yang luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih Muba memiliki dua komoditas utama yakni sawit dan karet.

“Pembangunan jalan ini untuk menopang supaya ekonomi masyarakat tetap bergerak, dan hasil bumi (hasil perkebunan sawit dan karet) cepat keluar,” ujarnya.

Apriyadi mengaku jabatannya sebagai Pj Bupati dimanfaatkan semaksimal mungkin agar memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

Pada tahun 2023 ini di Kecamatan Batang Hari Leko akan direalisasikan pembangunan infrastruktur jalan, antara lain peningkatan jalan dari Desa Tanah Abang menuju Desa Tanjung Bali dengan anggaran Rp. 2.000.000.000, peningkatan jalan dalam Desa Sako Suban senilai Rp. 1.000.000.000, jalan Dusun 1 Desa Talang Buluh anggaran Rp. 1.095.530.000, jalan dalam Desa Ulak Kembang anggaran Rp. 1.495.000.000, kemudian peningkatan Jalan Depati Senen (ruas jalan Tanah Abang – Pinggap – Pengaturan).

Selanjutnya peningkatan rusa Jalan Talang Bayung menuju Lubuk Buah dengan anggaran sebesar Rp. 1.992.959.000, Jalan Simpang Saud – Bukit Selabu – Bukit Sejahtera – Bukit Pangkuasan – Lubuk Buah senilai Rp. 6.985.450.000, dan peningkatan Jalan Desa Tanjung Bali menuju Desa Tanah Abang anggaran sebesar Rp. 995.530.000, semuanya menggunakan teknologi cor beton.

“Kita bertahap membangun jalan, tahun ini kita ada membangun jalan di beberapa desa dalam Kecamatan Batang Hari Leko,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial Pemprov Sumsel ini pun mengajak masyarakat dan semua pengguna jalan untuk ikut menjaga keawetan infrastruktur yang telah dibangun sehingga bisa bertahan lama.

“Kalau sudah di bangun tolong dijaga, supaya kita bisa berfokus untuk kegiatan pembangunan lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Pemerintah Kabupaten Muba akan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, dengan menggunakan cor beton.

“Jadi nanti tolong di awasi jalannya pembangunan infrastruktur jalan ini, supaya jalan bisa bertahan lama, dan tidak tiap tahun kita melakukan pembenahan,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Batang Hari Leko mengaku warga Batang Hari Leko sangat senang dan bangga. Pasalnya, Pj Bupati Muba H Apriyadi menyempatkan diri ditengah kesibukan untuk berkunjung meninjau langsung kondisi serta menyerap aspirasi warganya.

“Apalagi Pak Bupati Apriyadi membawa banyak bantuan untuk warga Batang Hari Leko, mulai dari bantuan untuk kelompok tani, bedah rumah, sembako dan bantuan buku tulis untuk anak sekolah dasar,” ucapnya.

Yuliarto menambahkan, bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang sangat besar dan sangat berharga bagi masyarakat. Disamping itu ia sangat berterimakasih juga di Kecamatan Batang Hari Leko pada tahun 2023 ini mendapatkan realisasi pembangunan infrastruktur jalan.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan pak Bupati Apriyadi, warga Kecamatan Batang Hari Leko sangat bahagia,” ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Bukit Sejahtera Eko Narudin mengucapkan Terima kasih atas bantuan yang diberikan Pj Bupati Muba khususnya untuk masyarakat Desa Bukit Sejahtera. Seraya meminta perbaikan jalan poros tersebut

“Terimakasih pak bantuan-bantuan ini sangat membantu kami,” pungkasnya.

Baju Adat Sumsel Dipromosikan saat Defile Opening Ceremony SEA Games 2023

Armin News – Dikutip dari Kumparan. Pada opening ceremony SEA Games 2023 Kamboja yang digelar pada Jumat (5/5) di Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh, menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia khususnya Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal itu terjadi karena Defile Lexyndo Hakim memilih untuk memakai baju adat khas Palembang yakni songket pada opening ceremony SEA Games 2023, sedangkan Flairene mengenakan baju asal Bali yang biasa dipakai para penari Panji Semirang.

CdM Lexyndo Hakim menyebutkan dipilihnya kain Songket khas Palembang di opening ceremony SEA Games 2023 Kamboja karena memiliki arti sebagai simbol dari harapan dan keberanian.

“Harapan itu bisa menjadi optimisme bahwa kita bisa meraih medali seperti ketika Palembang, Sumatera Selatan menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan Asian Games 2018 di Indonesia, di mana pada saat itu Indonesia mendapatkan medali yang cukup banyak. Itu juga menjadi harapan-harapan yang bisa kita capai di SEA Games 2023 Kamboja.” kata dia.

“Kemudian songket juga memiliki makna keberanian. Artinya kesan yang ingin disampaikan adalah setiap atlet cabor yang kita ikuti tampil dengan penuh keberanian. Bukan hanya punya nyali dan tidak takut kalah, namun lebih dari itu, mereka dapat bertanding dengan percaya diri dan penuh ketenangan, sehingga bisa menampilkan performa terbaik,” lanjut dia.

Selain itu pada saat defile opening pembukaan SEA Games 2023 pihaknya memang mengusung keberagaman. Keberagaman melambangkan sportivitas dan solidaritas.

“Menggunakan berbagai baju adat Indonesia adalah yang beragam. Keberagaman bisa melambangkan sportivitas dan solidaritas. Terlebih, Indonesia merupakan paling beragam di Asia,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan terima kasih dan suatu kehormatan kepada Tim Indonesia yang telah ikut mempromosikan pakaian adat dari daerah Sumsel.

Apalagi saat ini pihaknya sedang menggalahkan budaya Sumsel agar bangkit kembali, melalui berbagai kegiatan yang terus ditonjolkan kearifan lokal dan budaya termasuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Arsitektur Bangunan Gedung Berornamen Budaya Sumsel.

“Kita ucapkan terima kasih kepada Tim Indonesia yang telah ikut mempromosikan pakaian adat Sumsel. Saya pikir ini suatu kehormatan yang luar biasa bagi Sumsel untuk diperkenalkan di dunia Internasional,”kata dia.

TIPPU SULTAN HARIMAU DARI MYSORE

Sultan Fateh Ali Tipu atau Tipu Sultan dikenal sebagai Harimau dari Mysore. Dia adalah penguasa dari Kesultanan Mysore di India dari tahun 1782 sampai mangkatnya pada tahun 1799. Dia merupakan putra pertama dari Haidar Ali dengan istri keduanya, Fatima atau Fakhr-un-nissa. Tipu Sultan selain sebagai seorang penguasa, juga seorang ilmuwan, prajurit serta pujangga. Walaupun dia beragama Islam, dia terkenal sangat toleran terhadap rakyatnya yang sebagian besar memeluk agama Hindu. Dia juga memenuhi permintaan Perancis untuk membangun sebuah gereja pertama di Mysore. Tipu dan Hyder Ali tidak hanya dikenal memiliki aliansi yang kuat dengan Perancis dalam usaha melawan Kolonialis Inggris, namun juga dengan Kekaisaran Maratha, Sira, Malabar, Coorg dan Bednur. Tipu juga terkenal menguasai banyak bahasa. Dia fasih dalam berbahasa Urdu, Kanada, Persia, dan Arab.
Tipu pernah membantu ayahnya Haidar Ali mengalahkan Inggris di Perang Mysore Kedua yang akhirnya Inggris mau melakukan negosiasi dalam Perjanjian Mangalore. Namun, Tipu terpaksa harus mundur dalam Perang Anglo-Mysore Ketiga dan Perang Anglo-Mysore Keempat sebab musuh membentuk aliansi yang kuat antara British East India Company, Nizam dari Hyderabad dan negeri kecil, Travancore.

Tipu lahir di Devanahalli, sekarang merupakan Bangalore District, yang terletak sekitar 33 km dari timur kota Bangalore. Dia dikenal sebagai orang yang sangat religius, pada masa pemeerintahannya terdapat konflik antara Sunni-Syiah dalam praktik agama. Selama pemerintahannya, Tipu pernah membangun bendungan Krishna Raja Sagara menyeberangi sungai Cauvery. Dia juga menyelesaikan proyek Lal Bagh yang dimulai oleh ayahnya Hyder Ali. Dia membangun banyak jalan, gedung-gedung publik, serta pelabuhan di sepanjang garis pantai Kerala. Perdagangannya diperluas ke negara-negara lainnya termasuk Sri Lanka, Afghanistan, Prancis, Turki, dan Iran. Di bawah kepemimpinannya, Kompi militer pasukan Mysore terbukti menjadi sebuah sekolah ilmu militer bagi para pangeran India. Pukulan serius yang dilakukan pasukan Tipu terhadap Inggris di dalam Perang Mysore Pertama dan Kedua Perang meningkatkan reputasi mereka sebagai kekuatan tak terkalahkan.
Dr Abdul Kalam, mantan Presiden India, dalam sebuah orasinya pernah mengatakan, Tipu Sultan merupakan inovator di dunia perang yang pertama kali menggunakan roket. Dua roket ini yang diluncurkan pasukan Tipu ini ditangkap oleh pasukan Inggris di Srirangapatna yang sekarang disimpan di Royal Artillery Museum di London.

Sebagian besar pertempuran Tipu Sultan menghasilkan kemenangan. Dia berhasil menaklukkan semua kerajaan kecil di selatan. Dia mengalahkan Marathas dan Nizams dan juga beberapa penguasa India yang telah mengalahkan pasukan Inggris. Tipu juga penguasa yang mulai mengadakan sistem mata uang, sistem perbankan, sistem kalender baru, dan sistem ukuran. Tipu sebenarnya berkeinginan untuk menjadi seorang sufi, tetapi ayahnya Hyder Ali bersikeras bahwa dia mampu menjadi prajurit dan pemimpin besar.

Sebagai seorang penguasa Muslim yang sebagian besar rakyatnya beragama Hindu, Tipu sering menghadapi masalah-masalah dalam membangun kekuatan legitimasi pemerintahannya. Dia juga terus berupaya untuk mencari jalan keluar dari keinginannya untuk dilihat sebagai penguasa Islam yang taat dengan kebutuhannya menjadi pragmatis untuk menghindari pertentangan agama dengan rakyatnya.
Beberapa ahli sejarah menyatakan bahwa Tipu memiliki sikap yang egaliter terhadap orang-orang Hindu dan dia hanya berlaku keras ketika bertentangan dengan masalah politik. Pada awal masa pemerintahannya, dia tampak lebih agresif karena adanya doktrin agama Islam dari ayahnya, Hyder Ali.

Pada tahun 1780 M Tipu menyatakan dirinya sebagai Kaisar Padishah atau Mysore dan dia membuat mata uang atas namanya sendiri tanpa meminta izin kepada Kaisar Mughal Shah Alam II yang sedang berkuasa. Salah seorang ahli sejarah, HD Sharma menulis bahwa Tipu Sultan menggunakan gelar kaisar sendiri untuk menyatakan kalau dia bermaksud mendirikan sebuah kerajaan di seluruh negeri, di sepanjang garis Kekaisaran Mughal yang berada di ambang kehancuran pada masa itu. Tipu juga menjalin aliansi dengan Prancis dengan tujuan utama memukul Inggris keluar dari India.

Tipu memiliki seorang tangan kanan yang bernama Sirdar Yar Muhammad yang juga dikenal sebagai Ghazi-e Mysore (Fighter Mysore). Dia lahir pada abad ke-18 dalam sebuah keluarga Rajput muslim Shah Muhammad, seorang sufi. Tipu merupakan salah satu murid dari Shah Muhammad sendiri. Sirdar Yar bergabung dengan Tentara Mysore dan segera menjadi salah satu jendral favorit Tipu. Sebab Tipu melihat perilaku patriotik, pemberani, dan gagah Sirdar Yar dalam medan perang dan dia sangat bangga akan hal itu.
Sirdar Yar sendiri bertempur dengan gagah berani dan tanpa rasa takut dalam Perang Seringapatam pada tahun 1799. Tetapi setelah mangkatnya Tipu di medan perang saat berusaha keras dan berjuang mempertahankan ibukotanya Srirangapattana dari tangan pasukan Inggris pada tanggal 4 Mei tahun 1799, Sirdar Yar merasa terpuruk. Dia melarikan diri ke bukit-bukit Kullu, kemudian lari ke pusat Punjab Maharaja Ranjit Singh. Dengan demikian, dia berhasil menghindari penangkapan oleh pasukan Inggris.

Setelah jatuhnya Pasukan Mysore, dia disebut sebagai salah satu anggota pasukan Mysore yang menjadi buronan tentara Inggris. East India Company terus berusaha untuk menangkapnya, baik hidup maupun mati, tetapi mereka tidak bisa berhasil. Beberapa anggota Sirdar Yar ada yang dibunuh oleh para penakluk India yang baru. Namun Sirdar Yarbersama dengan istrinya, dan ayahnya Shah Muhammad, serta anaknya Ilahi Bakhsh pergi melarikan diri dari tangkapan pasukan Inggris. Dia menghabiskan sisa hidupnya sebagai buronan. Diperkirakan dia meninggal pada pertengahan abad ke-19. Keturunannya hingga saat ini masih tinggal di Punjab, Pakistan.
Tipu Sultan mulai mempelajari taktik militer Perancis atas perintah ayahnya, Hyder Ali pada masa remajanya. Pada usia 15 tahun, Tipu menemani ayahnya Hyder Ali melawan Inggris dalam Perang Mysore Pertama pada tahun 1766. Dia juga menjadi komandan sebuah korps kavaleri dalam invasi Carnatic pada tahun 1767 saat dia berusia 16 tahun.

Tipu Sultan memimpin sekelompok pasukan besar dalam Perang Mysore Kedua pada bulan Februari 1782, dan dia mengalahkan Braithwaite di tepi Kollidam. Meskipun pasukan Inggris dikalahkan kali ini, Tipu menyadari bahwa Inggris merupakan ancaman serius bagi India. Tipu diangkat menjadi Sultan setelah kematian ayahnya, lalu dia bekerja keras untuk melihat kemajuan kekuatan pasukan Inggris dengan membuat aliansi dengan Kerajaan Marathas dan Mogul.
Tipu Sultan mengalahkan Kolonel Annagudi Braithwaite di dekat Tanjore pada tanggal 18 Februari 1782 yang memimpin tentara Inggris yang terdiri dari 100 orang Eropa, 300 kavaleri, 1400 tentara Sepoy. Tipu menyita semua senjata musuh dan menawan pasukan yang kalah tersebut. Pada bulan Desember 1781 Tipu berhasil merebut Chittur dari kekuasaan Inggris. Kehebatan Tipu tidak bisa terlepas dari upaya ayahnya Hyder Ali yang memberikan pelatian militer terhdapanya sejak dia masih kanak-kanak.

Perang Kedua Mysore berakhir dengan Perjanjian Mangalore. Perjanjian antara Sultan India dan Kolonial Inggris tersebut menjadi dokumen bergengsi dalam sejarah India. Meskipun demikian, Perang Mysore Kedua dianggap memiskinkan negara.
Pertempuran Pollilur terjadi pada tahun 1780 di Pollilur dekat kota Kanchipuram. Pertempuran ini merupakan bagian dari perang Anglo-Mysore kedua. Tipu dikirim oleh Hyder Ali dengan 10.000 laki-laki dan 18 senjata untuk mencegat Kolonel Baillie yang sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan Sir Hector Munro. Dalam pertempuran tersebut, sekitar 200 orang ditangkap hidup-hidup, tentara Sepoy yang berjumlah sekitar 3.800 orang juga ditangkap. Mereka sangat menderita. Munro sendiri sedang bergerak ke selatan untuk bergabung dengan kekuatan Inggris yang dipimpin Baillie. Namun, saat pasukan Inggris kalah, Munro terpaksa mundur ke Madras dan menelantarkan pasukan artileri di dekat sebuah tangki air di Kanchipuram.

Setelah Horatio Nelson mengalahkan Brueys François-Paul D’Aigalliers pada Pertempuran di Sungai Nil di Mesir pada tahun 1798 M, dia menuju ke Mysore pada tahun 1799 dan mengepung ibukota Srirangapattana di Mysore.
Dalam perang tersebut, terdapat lebih dari 26.000 prajurit British East India Company yang terdiri dari sekitar 4000 orang Eropa dan sisanya India. Sedangkan Nizam dari Hyderabad yang merupakan aliansi Inggris menyediakan 10 batalion dan lebih dari 16.000 kavaleri. Pasukan Inggris sendiri berjumlah lebih dari 50.000 tentara. Sementara Tipu Sultan hanya memiliki sekitar 30.000 pasukan. Inggris akhirnya menembus tembok kota Srirangapattana. Tipu Sultan sendiri wafat dalam pertempuran itu dengan gagah berani. Wellesley, salah satu pemimpin pasukan Inggris meraba denyut nadi Tipu dan dia menegaskan bahwa Tipu sudah meninggal.Tipu terbunuh di gerbang jalan yang terletak 300 meter dari Benteng Srirangapattana. Benteng tersebut dibangun 5 tahun sebelum mangkatnya Tipu.

Sumber : film The Sword of Tipu Sultan

Kehormatan Luar Biasa bagi Sumsel

Armin News – Melansir dari Sumeks 6 Mei 2023. Kontingen SEA Games Indonesia dipimpin Chef de mission (CdM) Lexyndo Hakim ikut defile pada acara Opening Ceremony SEA Games 2023 Kamboja, Jumat malam. Mereka semua mengenakan busana/pakaian adat berbagai daerah.

Khusus Lexyndo, dia mengenakan songket Palembang, salah satu kain khas Sumatera Selatan (Sumsel). Penggunaan busana adat/kain khas terutama songket oleh CdM kontingen SEA Games 2023 Indonesia mendapat apresiasi dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru.

Menurutnya, itu secara tidak langsung telah membantu mempromosikan pakaian adat Sumsel di tengah upaya Pemprov yang sedang menggalakkan dan membangkitkan budaya.

“Saya pikir ini sebuah kehormatan yang luar biasa bagi Sumsel. Kami sangat berterima kasih kepada kontingen Indonesia yang ikut mempromosikan pakaian adat Sumsel, dan mengenalkannya kepada dunia, di ajang internasional,” kata Deru.

Gubernur menegaskan, budaya Sumsel memang perlu dibangkitkan kembali. Berbagai upaya telah dilakukan. Tujuannya tak lain agar budaya khas Sumsel bisa lestari dan makin dikenal luas. “Salah satunya membuat peraturan daerah (perda) atau aturan agar pada setiap kegiatan harus menonjolkan budaya dan kearifan lokal Sumsel,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Disbudpar Sumsel Dr H Aufa Syahrizal SP MSc mengatakan, penggunaan songket oleh CdM kontingen SEA Games Indonesia menjadi kebanggaan untuk Sumsel. “Kalau koordinasi tidak ada dan memang tidak perlu. Terlepas dari itu, ini sebuah kebanggaan untuk Sumsel. Karena songket telah diperkenalkan secara luas lewat ajang SEA Games,” bebernya.(nsw)

Semua Kecamatan Terhubung FO

Armin News – Melansir dari Sumeks 6 Mei 2023. Konektivitas digital sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat, baik di bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi. Sehingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi sampai pelosok negeri sangat penting, karena berperan menggerakan aktivitas tanpa batas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong laju perekonomian daerah. Tapi penyediaan jaringan telekomunikasi sering jadi persoalan, investasi yang besar, sementara anggaran Pemda terbatas.

“Padahal digitalisasi strategi percepatan pembangunan daerah,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba, Herryandi Sinulingga, kemarin (6/5).

Kendati begitu, pihaknya tetap mengupayakan digitalisasi sampai pelosok desa melalui program Smart Regency (Smart City). Di program ini, pihaknya coba mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan teknologi Internet of Things (IoT) sampai pedalaman. Sehingga masyarakat menjadi cerdas secara ekonomi, sosial, lingkungan. “Teknologi pula meningkatkan kesejahteraan mereka,” terangnya lagi.

Supaya program berjalan berkelanjutan tanpa khawatir anggaran daerah terbatas, pihaknya menjalin kerjasama dengan PT Telkom Indonesia mewujudkan Smart Regency Muba. Ini pertama di Sumsel. “Sudah berjalan sejak akhir 2022. Kini pembangunan infrastruktur TIK dan pengembangan jaringan koneksi internet di seluruh kecamatan,” imbuhnya. Jika membangun infrastruktur sendiri butuh biaya Rp100 miliar, sangat berat bagi Pemda. Maka pihaknya mengapresiasi PT Telkom mau bekerjasama dan menanggung biaya investasi menghubungkan 13 kecamatan dengan kabel internet fiber optik, plus pemasangan internet satelit Vsat di Kecamatan Keluang dan Vsat Star (Starlink) di Lalan.

“Jika semua sudah terhubung, maka digitalisasi sampai pelosok desa dan area blankspot tuntas. Tinggal masyarakat desa nyambung layanannya seperti IndiHome,” sebut Herry. Masyarakat bisa mengakses internet, menelpon, menonton video, hingga berkonten ria. Tak kalah penting mempermudah berjalannya sistem pemerintah berbasis elektronik dan menghidupkan UMKM desa.

“Kita siapkan jaringan internetnya sehingga memudahkan UMKM yang mau upload konten atau publikasi, memanfaatkan teknologi untuk promosi produk. Masyarakat jadi melek teknologi dan meningkatkan ekonominya,” bebernya. Saat ini, kata Herry, sudah ada beberapa kecamatan ready sambungan internet fiber optik Telkom. Seperti Kota Sekayu sejak lama, Sungai Lilin, Lais, Lawang Wetan, kecamatan lainnya on progres. “Di Palembang saja belum semua terjangkau internet fiber optik, tapi target kita tahun ini tuntas dan seluruh kecamatan tersedia,” lanjutnya.

General Manager PT Telkom Witel Sumsel, Setyawan Nugroho, mengatakan, pengembangan infrastruktur dan layanan ke berbagai daerah, salah satu bentuk investasi perusahaan. “Sebagai badan usaha kita juga dituntut return-nya. Kebetulan dengan Muba kita sudah sepakat, kita bangun jaringan internet, nanti teman-teman di Muba memanfaatkannya,” terangnya.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi, lanjutnya, juga memberi kebermanfaatan bagi masyarakat. “Selama ini jaringan fiber optik kita juga sudah ada yang existing seperti di Sekayu. Banyak pelanggan IndiHome kita di sana. Setelah kerjasama, kabel fiber optik (FO) kita bangun ke seluruh kecamatan. Targetnya tahun ini selesai,” paparnya.

Account Telkom Palembang, Dwi Putra Agustari, menambahkan 5 dari 13 kecamatan sudah tuntas terpasang kabel fiber optik, seperti Sekayu, Lais, Lawang Wetan, Sungai Keruh, sementara Jirak Jaya baru selesai sebelum Lebaran kemarin. “Jadi warga desa, terutama yang berada di daerah blankspot sinyal atau belum tercover jaringan telekomunikasi bisa langsung memanfaatkan internet kami. Kemarin ada yang sempat rebut-rebutan pemasangan IndiHome ke rumah-rumah warga,” terangnya. Masyarakat desa benar-benar antusias mendapat layanan IndiHome.

“Titik utama kabel FO memang sampai kecamatan. Nanti kalau ada warga yang pasang IndiHome kita tarik kabelnya. Ada namanya Optical Distribution Point (ODP) untuk tarik kabel sampai ke rumah warga di desa-desa. Jadi internet fiber optik ini bukan hanya dapat dinikmati Kecamatan, puskesmas, sekolah, Kantor Desa, tapi juga rumah tangga,” imbuhnya. Setelah IndiHome masuk, tuntas blankspot sinyal. “Tidak seperti di kota, di daerah ini banyak area blankspot, sehingga kita perlu waktu bangun jaringan. Entah itu pemasangan kabel di udara, ditanam, atau lainnya,” tuturnya.

Bagi yang ingin memasang IndiHome, masyarakat tinggal mendaftar di Kantor Pelayanan. “Kebetulan setiap daerah ada sales IndiHome, seperti untuk coverage Jirak Jaya, sales kita ada di Perbatasan PALI. Tarif paket berlangganan dan biaya instalasi sama saja, tidak ada perbedaan dengan pelanggan yang berada di kota. Tinggal pilihan layanannya yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” pungkas Dwi.

Vice President Marketing Management Telkom Indonesia, E Kurniawan menjelaskan internet sudah jadi kebutuhan pokok masyarakat dan tren penggunaannya terus meningkat. Hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia periode 2022-2023 sudah mencapai 215,63 juta orang. “Seiring itu, permintaan layanan IndiHome juga bertambah. Target kita menjadi 10,2 juta pelanggan tahun 2023. Untuk itu kami berupaya meningkatkan kecepatan internet nasional dan meraih 100 persen penetrasi internet di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Di 2023, IndiHome akan berfokus pada pengembangan jaringan di kawasan Timur Indonesia, Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan. Dengan jangkauan yang makin masif, IndiHome mengedepankan #youarefirst dalam memenuhi kepuasan pelanggan di setiap ekspansi bisnisnya. “IndiHome telah berkembang pesat mulai dari digital connectivity, digital platform, hingga digital entertainment. Layanan dan produk IndiHome juga bakal kian masif seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat,” jelasnya. (fad)

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13

Armin News – Melansir dari WartaGuru.id pada Minggu, 27 Februari 2022

Inilah Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13

Kurikulum Merdeka – Selama pandemi Covid-19 pembelajaran mengalami learning loss atau ketertinggalan, sehingga dibentuk Kurikulum Merdeka sebagai upaya pemulihan pembelajaran yang berciri lebih sederhana dan fleksibel. Pada implementasinya, akan lebih fokus pada materi yang mendasar, pengembangan karakter, dan kompetensi murid. Kurikulum ini (sebelumnya disebut sebagai Kurikulum Prototipe) telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim pada tanggal 11 Februari 2022.

Kurikulum merdeka menjunjung konsep merdeka belajar, yaitu memberikan kebebasan dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah sehingga siswa dapat lebih mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Kurikulum ini telah diuji coba di 2.500 penggerak sekolah dan disarankan untuk mulai digunakan pada tahun ajaran 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Untuk implementasinya dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kesiapan sekolah masing-masing.

Kurikulum merdeka memiliki karakteristik:
Mengutamakan pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter siswa sesuai profil pelajar Pancasila. Berfokus pada materi esensial sehingga terdapat cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi. Memberikan ruang kepada guru untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kemampuan peserta didik, dan dengan konteks dan muatan lokal. Lalu apa perbedaan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013? Kurikulum merdeka merupakan kurikulum penyederhanaan dari kurikulum sebelumnya. Terdapat beberapa perbedaan yang mencolok pada jenjang SD, SMP, dan SMA yaitu:

Pada kerangka dasar, kurikulum merdeka menambahkan pengembangan profil pelajar Pancasila pada peserta didik, pada K13 rancangan landasan utamanya yaitu tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan saja. K13 menerapkan Jam Pelajaran (JP) yang diatur perminggu, sedangkan kurikulum merdeka menerapkan Jam Pelajaran (JP) diatur pertahun. K13 mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sedangkan di kurikulum merdeka dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai jam pelajaran (JP) yang telah ditetapkan.

Di K13 lebih menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran, sedangkan pada kurikulum merdeka yaitu menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. K13 menerapkan sistem penilaian dibagi menjadi 3, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada kurikulum merdeka tidak ada pemisahan diantara 3 ranah penilaian tersebut.
Pada kurikulum merdeka ini pemerintah menyediakan perangkat ajar tambahan berupa contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan contoh kurikulum operasional satuan pendidikan.
Perbedaan di jenjang Sekolah Dasar (SD)
Pada kurikulum 2013 mata pelajaran IPA dan IPS terpisah, sedangkan pada kurikulum merdeka digabung menjadi satu mata pelajaran menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Perbedaan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Pada kurikulum 2013, mata pelajaran informatika bersifat pilihan, namun di kurikulum merdeka dianggap wajib.

Perbedaan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pada Kurikulum 13, peserta didik baru harus memilih jurusan sementara baik itu IPA, IPS, dll. Pada kurikulum merdeka, pemilihan jurusan dimulai ketika peserta didik menginjak kelas 11 dengan konsultasi bersama wali kelas, atau guru BK, dan orang tua peserta didik. Di kelas X peserta didik mempelajari mata pelajaran umum (belum ada mata pelajaran pilihan).

Tentunya masih banyak lagi perbedaan diantara kedua kurikulum tersebut, yaitu terletak pada kerangka dasar, kompetensi yang dituju, struktur kurikulum, pembelajaran, penilaian, perangkat ajar, dan perangkat kurikulum. Pada intinya kurikulum merdeka lebih sederhana dan lebih menyesuaikan pada peserta didik.

Penulis: Ema Dwi Pratiwi

Kapal Feri dari Merak ke Bakauheni Terbakar

Kapal Feri dari Merak ke Bakauheni Terbakar, Basarnas Evakuasi, Sejumlah Penumpang Terluka
Rian Sumeks 6 Mei 2023 – 19:50 BERITA UTAMA

Kebakaran terjadi di sebuah Kapal Feri dari Pelabuhan Merak Banten menuju Bakauheni Lampung.
Kebakaran terjadi di sebuah Kapal Feri dari Pelabuhan Merak Banten menuju Bakauheni Lampung.

Foto : Instagram
PALEMBANG

SUMATERAEKSPRES.ID – Kebakaran terjadi di sebuah Kapal Feri dari Pelabuhan Merak Banten menuju Bakauheni Lampung.

Kapal tersebut terbakar sekitar 15.45 WIB. Adanya kebakaran tersebut dibenarkan oleh Kasi Ops Basarnas Banten Heru Amir.


Dia mengaku masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait hal tersebut. Menurutnya, kapal yang terbakar adalah KMP Royce 1.

Kebakaran tersebut bermula saat KMP Royce 1 beroperasional dari Pelabuhan Merak hendak menuju Bakauheni, Lampung.

Kapal dengan muatan ratusan penumpang itu membuat heboh. Namun, Basarnas bergerak cepat. Mereka langsung melakukan evakuasi.

“Kami sedang fokus proses evakuasi,” kata dia. Sebab itu, Basarnas belum membeberkan apakah ada korban ayau tidak dari kebakaran tersebut.

Sementara itu, melansir detik.com Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Togar Nalitupulu mengatakan, dalam peristiwa itu ada penumpang yang terluka.

Rumah Roboh dan Kebakaran di Desa Tanjung Agung Selatan

Musibah yang melanda warga Desa Tanjung Agung Selatan Kec. Lais Kab. Musi Banyuasin, yaitu ibu Nahiya (70 Th) lansia yg tinggal seorang diri di Dsn. I Desa Tanjung Agung Selatan mengalami musibah rumah roboh akibat pondasi rumah yang keropos menyebabkan rumah roboh.

Selanjutnya Sumi Binti Yasom (45 Th) mengalami musibah kebakaran rumah yg diduga akibat korsleting listrik. Selain kerugian materil tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semoga keluarga yang mengalami musibah diberikan ketabahan.

Sumber: Seputar Lais