Beberapa waktu lalu saya ada buat post tentang asal usul melayu bermula dari sumatera tepatnya palembang dan jambi karena ada dua prasasti yang merujuk sumatera sebagai “MALAYU” , “BHUMI MALAYU” & “MALAYAPURA” yaitu prasasti anjuk ladang (abad 10) dan prasasti amoghapasa (abad 13).
Seperti biasa banyak orang disini koyak. Tidak terima dan menyangkal dengan mengatakan bahwa “MALAYU” pada prasasti tersebut bukan merujuk kepada “bangsa” melayu melainkan hanya bermakna nama tempat “MALAYU” atau dalam bahasa sanskrit artinya “bukit”. Jadi menurut mereka “BHUMI MALAYU” & “MALAYAPURA” bermakna “Daratan Berbukit” & “Kota Berbukit”. namun pendapat orang orang koyak ini seperti biasa hanya intrepertasi sentimen tanpa bukti atau cocoklogi.
Mereka pun mencabar dengan menanyakan tentang bukti berupa prasasti atau naskah yang menunjukan bahwa malayu yang merujuk sumatera memang merujuk pada “bangsa melayu” bukan merujuk nama “daerah berbukit” untuk menguatkan klaim kalau memang bangsa melayu berasal dari sumatera bukan baru wujud zaman kesultanan melaka abad 15.
Pada post ini saya ingin menjawab tantangan mereka dengan menyajikan prasasti yang ditemui di palembang yang berasal dari abad 13 yaitu prasasti MATARI SINGA JAYA HIMAT.
Pada prasasti ini jelas sekali orang orang di sumatera sekitar palembang dan jambi sudah memanggil diri mereka sebagai “BANGSA MALAYU” sejak abad 13 yaitu 2 abad lebih awal dari pada klaim melayu baru terbentuk di melaka abad 15. Berikut kutipan kalimat pada prasastinya
“…. Matari Singa Jaya Himat Namanya. Lama lama beranak lanang; Matari singa jaya mat, dari ratu, lami lami 𝐁𝐀𝐍𝐆𝐒𝐀 𝐌𝐀𝐋𝐀𝐘𝐔….”
Ini sudah menjadi bukti konkrit yang tidak bisa diibantah lagi oleh orang orang koyak yg kemarin mencabar tentang keberadaan prasasti bertuliskan “BANGSA MALAYU” yang ditemui di sumatera.
Semakin jelas bahwa memang melayu berasal dan bermula di sumatera dan kemudian bermigrasi ke semenanjung kemudian orang orang asli di semenanjung di “MELAYUKAN” oleh orang orang sumatera pada abad 15
Credit to : davey Jones
