SIMO HAYA

ARMIN NEWS – Arminers, Simo Haya (1905 – 2002) pria yang meninggalkan tanda dalam buku sejarah sebagai penembak paling mematikan yang pernah ada.

Selama tugas dalam Perang Dingin (1939) ia mengkonfirmasi lebih dari 700 orang telah terbunuh oleh senapan miliknya dalam waktu kurang dari 100 hari, dengan kata lain ia rata-rata menembak jatuh korban 5 perharinya.

Dia adalah seorang profesional yang tahu tentang senjata dan lingkungan dimana dia beroperasi. ia menggunakan beberapa trik untuk menghindari terdeksi oleh musuh. Seperti menuangkan air didepan senapannya untuk menghindari awan salju yang diangkat oleh ledakan tembakan. Terkadang dia juga masukan salju ke mulutnya untuk mencegah uap ke udara.

Simo berkata ” Satu satunya hal yang saya pikir adalah untuk menjaga senapan ku tetap stabil untuk membidik target. ” Seminggu sebelum Perang Dingin berakhir ia terkena peluru yang menghancurkan pipi kiri dan rahangnya. Dalam satu tahun ia harus menjalani 26 kali operasi, proses pemulihan selama bertahun-tahun. Kejadian itu tidak menghentikan dia, ketika perang lanjutan (1941-1944) dimulai, ia menawarkan diri untuk sukarela, namun ditolak karena cederanya. sebagai gantinya ia membantu pasukan memilih kuda.

Setelah perang usai Simo kembali kekehidupan normal. Sebagai petani dan pekerja hutan. Menjalani waktu sepi diwaktu luangnya menikmati sky, atau berburu dengan anjingnya Kille.

Dia mengaku tidak pernah mengalami mimpi buruk ketika perang usai. Dia selalu baik hati memberi nasehat atau membantu orang yang meminta. Tidak menyombongkan diri tentang pencapaiannya sebagai penembak paling mematikan dalam sejarah. (oleh : M Sihombing)

Tinggalkan komentar