“Adakah diantara kalian yang tahu, kira-kira Allah sedang apa sekarang,” tanya Raja Harun kepada para ulama tersebut.
“Tidak elok rasanya Baginda bertanya seperti itu. Jangan samakan dzat Allah dengan manusia,” ujar mereka.

“Sudah saya katakan, saya tidak menyamakan dzat Allah dengan apapun, apalagi dengan manusia. Saya hanya ingin tahu kira-kira Allah sedang apa sekarang? Sejenak suasana menjadi hening. Lalu Baginda Raja teringat dengan sosok Abu Nawas.
“Mungkinkah Abu Nawas bisa menjawab pertanyaanku ini?,” ucap Baginda dalam hati. Kemudian, Baginda Raja menyuruh para pengawal untuk segera memanggil Abu Nawas ke istana.
Berangkatlah beberapa pengawal pergi menuju rumah Abu Nawas.
“Abu Nawas, kamu dipanggil untuk menghadap Baginda Raja sekarang,” kata salah satu pengawal itu. “Sini ke depan Abu Nawas,” titah Baginda.
“Ini para ulama yang ada di sini tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan saya. Saya ingin menguji kecerdasanmu. Apa kamu bisa menjawabnya atau tidak?,” kata baginda raja kepada Abu Nawas.
“Tadi saya bertanya kepada para ulama di sini, kira-kira Allah Sedang apa sekarang, tapi tak ada satupun yang bisa menjawabnya. Apakah kau tahu Allah sedang apa sekarang?,” tanya raja.
Mendengar pertanyaan yang aneh itu, sejenak Abu Nawas terdiam.
“Saya bisa menjawab pertanyaan itu, tapi ada syaratnya,” sahut Abu Nawas. “Apa syaratnya?,” tanya Baginda sedikit terkejut.
“Syaratnya adalah saya harus duduk di singgasana Baginda Raja dan Baginda Raja harus duduk di bawah bersama para ulama,” jawab Abu Nawas.
Meski masih heran dan penuh tanda tanya dengan syarat itu, Raja Harun menuruti permintaan tersebut karena penasaran dengan jawaban Abu Nawas.
Setelah Abu Nawas duduk di singgasana Baginda Raja Harun al-rasyid, Abu Nawas berkata dengan lantang. “Kalau Baginda ingin tahu, Allah sedang apa sekarang, saksikanlah Allah sedang mengangkat Abu Nawas jadi raja, dan Harun Al-rasyid jadi rakyat biasa,”.
Jawaban Abu Nawas itu memiliki makna bahwa apa yang dilakukannya merupakan kehendak Allah SWT.
“Kamu memang pintar Abu Nawas, kamu malah memanfaatkan pertanyaan ini untuk bisa duduk di atas Singgasanaku. Tapi memang yang kamu katakan itu benar aku tidak akan marah”. Kata raja