PASAR MINGGUAN

Tradisi seperti ini ternyata bukanlah hal baru dalam kehidupan masyarakat kita sejak dulu. Sebuah perputaran ekonomi sejak Zaman Kolonial Belanda dulu, Setidaknya sudah berjalan sejak berakhirnya Era Cultuur Stelsel yang Otomatis dimulainya Era Agrarisch Wet tahun 1870 an disetiap Gajian (Bayaran Mingguan pekerja) baik di Perkebunan ataupun pabrik industri, disamping jatah rutin yang sudah ada berupa beras serta minyak (Bahan bakar pelita) untuk penerang gelapnya suasana malam di lokasi rumah – rumah bedeng para pekerja perkebunan, maka pasar mingguan pun akan selalu ikut hadir dalam memenuhi kebutuhan warga, dari mulai makanan, pakaian, perabotan rumah tangga dll.

Pelabuhan Ratu

Sebagai gambaran masa lalu, realitanya ternyata pihak Onderneming pun jauh lebih memperhatikan hal seperti ini, selain pasar minguan yang digilir berputar lokasi sesuai jadwal hari, mengikuti waktu bayaran, maka tidak jarang tersedia juga Koperasi bagi keluarga pekerja yang akan mengambil berbagai barang, termasuk makanan serta minuman yang langka serta mewah untuk saat itu seperti Roti, Keju, Kornet, Sardencis, Mentega, Syrup dll yang tentu saja bisa dibayarkan dengan cara dipotong gaji saat bayaran berikutnya. Food And Beferage.

Sukabumi

Tidak jarang untuk moment – moment Tertentu Pasar malam, Pagelaran seni etnik, Sandiwara, bahkan Layar tancap (Film bisu Hitam – putih) seperti Charly Chaplin pun akan ikut memeriahkan suasana, bahkan di lokasi lain ada pula yang disertai dengan Hiburan malam & lotere.
Untuk perkebunan seperti Sinagar (Nagrak), Hardjasari (Cireungas), Parakan Salak dll, Pihak Administrateur pun mengeluarkan Token/Alat tukar untuk transaksi yang hanya berlaku internal di dalam area bersangkutan saja.

Malam istimewa pun akan terlewati meriah seiring bingar bingarnya Suasana malam, yang disertai terang benderangnya cahaya lampu seluruh area implasemen yang dihasilkan dari Generator – Turbin pembangkit listrik yang mayoritas sudah banyak dimiliki setiap Perkebunan, dengan sumber energi dari aliran sungai yang melimpah di sekitar lokasi, sebagai Ciri khas suburnya tanah Priangan/Preanger.

Cicurug

Sumber potreit:
SF
Colonial Archef

JELAJAH SEJARAH SOEKABOEMI

Tinggalkan komentar